https://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/issue/feedJMAT2026-01-19T18:12:35+07:00JMATjmat@stkipnganjuk.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>JMat</strong> (Jurnal Pendidikan Matematika) sebagai wadah artikel skripsi mahasiswa atau penelitian dosen bersama mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa di bidang penelitian</p>https://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/article/view/646Studi Komparasi Cooperative Script Dan Guided Discovery Learning Hasil Belajar Peserta Didik Materi Baris Deret Aritmetika SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk2026-01-15T16:32:53+07:00Siti Aprillianisitiaprilliani45@gmail.comAddin Zuhrotul Ainiaddinzuhrotul@upms.ac.idSherly Mayfana Panglipur Yektisherlymayfana@upms.ac.id<p>Rendahnya hasil belajar peserta didik yang belum memenuhi kriteria penilaian disebabkan karena penurunan semangat belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalam menerapkan metode <em>Cooperative Script</em> 2) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dalam meneraokan metode <em>Guided Discovery Learning</em> 3) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara penerapan metode <em>Cooperetive Script</em> dan <em>Guided Discovery Learning</em>. Metode penelitian ini dengan desain <em>Post-test Only Control Group Design</em>. Dengan sampel yang digunakan adalah seluruh peserta didik kelas X SMK Muhammadiyah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah peserta didik 31 anak. Pengumpulan data menggunakan <em>posttest </em>yang dianalisis melalui statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t independen. Hasil Penelitian menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar metode <em>Cooperative Script</em> adalah 92,77 dengan kategori sangat baik, sedangkan metode <em>Guided Discovery Learning</em> adalah 86,93 dengan kategori baik. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikansi antara kedua metode (sig. 0,036 < 0,05 dan 2,2215 > 2,060). Disimpulkan bahwa <em>metode Cooperative Script</em> lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi baris dan deret aritmetika dibandingkan dengan metode <em>Guided Discovery Learning</em>.</p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Aprilliani, Addin Zuhrotul Aini, Sherly Mayfana Panglipur Yektihttps://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/article/view/643Studi Komparasi Model Pembelajaran Discovery Learning dan Drill terhadap Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas VII Mts Darul-Ihsan Nganjuk2026-01-15T16:05:39+07:00Siti Nur Azizahnurazizah2611azaz@gmail.comAgustin Patmaningrumagustin@upmas.ac.idReza Dhimas Pravangasta Perdanarezadimas@upms.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Rendahnya pemahaman konsep dan kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran matematika disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong keaktifan siswa dan pemahaman konseptual. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian dilaksanakan di kelas VII MTs Darul-Ihsan Nganjuk Tahun Pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes posttest dan dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest peserta didik yang diajar menggunakan model Discovery Learning sebesar 88,86 (kategori tinggi), sedangkan peserta didik yang diajar menggunakan model Drill sebesar 58,18 (kategori sedang). Hasil uji-t menunjukkan nilai t_hitung = 11,752 lebih besar dari t_tabel = 2,018. <strong>Kesimpulan: </strong>Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran Discovery Learning lebih efektif dibandingkan model Drill dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi diagram. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji model pembelajaran lain pada materi matematika yang berbeda.</p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Nur Azizah, Agustin Patmaningrum, Reza Dhimas Pravangasta Perdanahttps://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/article/view/641Efektivitas Peer Teaching Berbantu Busur Derajat pada Pembelajaran Garis dan Sudut Siswa Kelas VII2026-01-15T16:03:50+07:00Imroatul Maslakhahimaimro70@gmail.comVera Septi Andrinivera@upms.ac.idAgustin Patmaningrumagustin@upmas.ac.id<p><strong>Belakang</strong>:. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar adalah model pembelajaran peer teaching yang mendorong interaksi antarsiswa, khususnya ketika didukung dengan penggunaan alat ukur busur derajat sebagai media pembelajaran. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbantu alat ukur busur derajat dan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran peer teaching berbantu alat ukur busur derajat pada materi garis dan sudut. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain Posttest Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Nganjuk tahun pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 34 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, sedangkan analisis data menggunakan uji-t. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas kontrol sebesar 70,53, sedangkan kelas eksperimen sebesar 79,56. Uji-t menghasilkan nilai thitung = 6,957 dan ttabel = 1,996 pada taraf signifikansi 5%, dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. <strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran peer teaching dan model pembelajaran konvensional berbantu alat ukur busur derajat. Model peer teaching terbukti lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada materi garis dan sudut. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan model ini pada materi matematika lainnya dan variabel afektif peserta didik.</p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Imroatul Maslakhah, Vera Septi Andrini, Agustin Patmaningrumhttps://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/article/view/645Pengaruh Model Pembelajaran IDEA (Issue, Discussion, Establish, and Apply) Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik Pada Materi Statistika Kelas X SMAS Taruna Bhakti2026-01-15T16:38:24+07:00Firda Emilia Putrifirdaemilia50@gmail.comVera Septi Andrinivera@upmsnganjuk.ac.idAddin Zuhrotul Ainiaddinzuhrotul@upms.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong siswa untuk mengemukakan ide, berdiskusi, dan menerapkan konsep secara aktif. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa, salah satunya adalah model pembelajaran IDEA (Issue, Discussion, Establish, and Apply). <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IDEA terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik pada materi statistika kelas X SMA Taruna Bhakti. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dan desain Non-equivalent Post-test Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 29 peserta didik. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak 5 soal yang diberikan dalam bentuk posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,97, sedangkan kelas kontrol sebesar 70,34. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05) dengan nilai tₕᵢₜᵤₙg = 3,452 dan tₜₐᵦₗₑ = 2,003. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IDEA berpengaruh signifikan terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan model IDEA pada materi matematika lainnya serta mengaitkannya dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi.</p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Firda Emilia Putri, Vera Septi Andrini, Addin Zuhrotul Ainihttps://journal.upms.ac.id/index.php/jmat/article/view/642Penerapan Metode Pembelajaran Drill Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik2026-01-15T16:01:14+07:00Eka Rani Wahyunireka84950@gmail.comVera Septi Andrinivera@upms.ac.idAgustin Patmaningrumagustin@upmas.ac.id<p>Kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik, khususnya pada materi statistika, masih tergolong rendah karena metode pembelajaran yang digunakan cenderung konvensional dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif. Pendekatan yang inovatif dan partisipatif diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik antara penerapan metode pembelajaran <em>drill </em>dengan penerapan metode pembelajaran konvensional pada materi statistika kelas VIII SMP Negeri 7 Nganjuk Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>post-test only control group </em>di SMPN 7 Nganjuk Tahun Pelajaran 2024/2025. Populasi penelitian mencakup 288 peserta didik kelas VIII, dengan sampel kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-3 sebagai kelas kontrol masing-masing sebanyak 28 peserta didik menggunakan teknik <em>purposive random sampling</em>. Analisis data dilakukan dengan uji-t independen. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas eksperimen sebesar 80,89 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 63,68. Ujit menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan thitung= 4,309 dan ttabel= 2,005 sehingga thitung > ttabel yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil data tersebut menunjukkan metode pembelajaran <em>drill</em> berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. </p>2025-12-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Eka Rani Wahyuni, Vera Septi Andrini, Agustin Patmaningrum